Senin, 14 Maret 2016

The Unbroken Vow

Menegaskan kembali bahwa pernikahan bukan sekadar janji suci yang diikrarkan hanya pada insan, tapi janjimu pada Tuhan.

Alur maju mundur yang cantik. Pas! Siapa yang menyangka kalau perpisahan, justru membuat Ivy dan Ethan menemukan cinta mereka kembali. Menimbulkan keharuan. Apalagi ditutup dengan epilog dari Cindy, gadis kecil yang menggemaskan itu. Sehingga meninggalkan kesan manis di akhir kisah. Recommended!

Minggu, 13 Maret 2016

Mengenal Mitos dan Dongeng Kontemporer dari Orang Bunian

Judul : Orang Bunian

Penulis: Vendo Olvalanda, dkk

Penerbit: Unsa Press

Cetakan: I, Januari 2016

ISBN: 978-602-711-768-6

Orang Bunian merupakan buku kumpulan cerpen pilihan grup menulis online Untuk Sahabat (UNSA) 2015. Ini adalah hasil lomba pencarian cerpen terbaik yang rutin diselenggarakan setiap tahun mengusung tema mitos dan dongeng kontemporer. Meski hanya mengambil dua tema, 11 penulis pilihan juri mampu menghidangkan karya bagus dan bervariasi. Pembaca digiring menyelami cerpen dengan pendekatan berbeda-beda. Mengangkat sebagian mitos leluhur yang sudah banyak diketahui secara umum.

Ini upaya mengulik warisan kepercayaan dari generasi ke generasi. Sesuatu yang di luar nalar, tidak mungkin terjadi, lantas seakan mungkin saja bisa terjadi karena begitu dipercayai. Kombinasi antara realitas, mitos, dan daya imajinasi liar menjadikan Orang Bunian patut dipertimbangkan sebagai bahan bacaan.

Buku diawali cerpen Orang Bunian karya Vendo Olvalanda, mitos yang berkembang di Sumatera Barat yang berbicara tentang alam lain di luar kehidupan nyata. Konon, apabila ada anak-anak hilang secara tiba-tiba, mereka memercayai diculik orang bunian. Cerpen ini dibuka kehadiran rombongan nabi dan sahabat pada suatu kaum.

Kini mereka sibuk, bahkan pusing memikirkan sesajian untuk nabi dan para sahabatnya. Mereka saling menyalahkan, hampir saling membunuh jika seekor kucing tidak tersesat ke rumah menyeramkan itu (halaman 1). Seting berpindah ke sebuah perkampungan yang dihebohkan dengan hilangnya gadis kecil bernama Warni. Setelah ditemukan, Warni bercerita
kisah-kisah di luar imajinasi terutama untuk mereka yang belum bersekolah. Ia mengingatkan untuk tidak mengunjungi sungai tersebut, tempat dia hilang. Ia berharap tidak ada lagi yang masuk ke alam para orang bunian (halaman 6). Berikutnya Sajak-Sajak Bulan karya Zhaenal Fanani. Ini menceritakan lelaki elegan penantang matahari yang tidak mampu menghapus serpihan masa lalu (halaman 10).

Mitos Yunani Kuno tentang kupu-kupu Thanatos menjadi inspirasi Kurnia Gusti Sawiji untuk melahirkan cerpen Laki-Laki yang Bertemu Kupu-Kupu Thanatos. Pria yang begitu ingin mati, namun kematian masih belum ingin menyentuhnya (halaman 27).

Selanjutnya cerpen dengan seting cerita terbaik berjudul Perempuan yang Menikahi Belik karya Andaru Intan. Ini mengisahkan desa yang lenyap di salah satu kabupaten di Pulau Jawa. Di sana lahir seorang anak dari rahim wanita suci tanpa suami. Dia memiliki kemampuan melebur saat tubuhnya bertemu air (halaman 48).

Selain keempat cerpen tadi, karya lainnya adalah Tuan Depati Kincung, Bocah Rebo Wekasan, Seekor Kuda yang Melesat di Angkasa, dan Janin Kayu. Kemudian Laki-Laki yang Terkenang Sebagai Anjing, Malaikat-Malaikat Peminang, dan Hantu Peminum Kopi.

(Pernah dimuat di kolom Perada Koran Jakarta, Selasa, 23 Februari 2016)

Jumat, 18 Desember 2015

Resensi Novel Insya Allah, Sah!

Judul: Insya Allah, Sah!
Penulis: Achi TM
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 2015
Tebal: 328 halaman
Harga: Rp 69.500
ISBN: 978-602-03-1465-5

Sinopsis back cover:
Kenapa sih semesta ini seperti berkonspirasi mengacaukan persiapan pernikahan Silvi?

Silvi terjebak dalam lift bersama Raka. Karena panik, Silvi bernazar akan memakai jilbab kalau bisa keluar dari lift. Masalahnya, bagaimana mungkin ia--desainer sekaligus pemilik Silviana Sexy Boutique yang beromzet miliaran--bisa memenuhi nazar untuk berjilbab? Gila, kan?! Tapi, menurut Raka nazar harus dipenuhi, kalau tidak, kesialan beruntun akan terus menimpanya.

Kekacauan urusan pernikahan Silvi ternyata tak kunjung kelar. Ketika Silvi rela mencoba berjilbab demi kelancaran urusan pernikahannya, ia mendapati kenyataan yang mengejutkan. Dion, calon suami Silvi, ternyata tidak suka perempuan berjilbab dan mengancam akan membatalkan pernikahan mereka!

"Saya terima nikahnya Silviana Harini binti Rasyid Mahmud dengan maskawin tersebut dibayar tunai."

"Sah?"

"Saaaah...!"

Cuma itu yang ingin didengar Silvi.

----------

Novel dengan genre chicklit namun bernuansa islami. Dikemas dengan gaya yang lincah, ringan, menggelitik dan cerdas. Menandakan bawa penulisnya sudah punya jam terbang yang cukup tinggi.

Setting jelas, deskripsi sangat detail. Tidak perlu diragukan lagi kepiawaiannya, karena selain menjadi novelis, membuka kelas menulis, beliau juga seorang penulis skenario FTV.

Prolog yang sukses bikin penasaran. Ritme membaca saya langsung cepat karena mungkin efek dari Silviana yang sedang berkejaran dengan waktu sementara jagad raya-nya mendadak oleng. Ya, manusia mana yang siap diterjang kesialan beruntun?

Segalanya bermula sejak Madam Wulan--pelanggan butik--protes dengan hasil jahitan yang menurutnya rusak. Minta ganti rugi dengan memaksa Silvi mendesain ulang. Sementara di waktu yang sama, ia telah membuat janji dengan Dion untuk makan siang bersama di restoran. Dua jam berlalu, Silvi yakin Dion sudah meninggalkan tempat itu.

"Padahal aku mau melamar kamu di sana ..." (halaman 9)

Pesan dari Dion, seketika membuat rahangnya hampir copot. Empat tahun pacaran, selama itu pula Silvi menunggu untuk dilamar.

Saat ia memutuskan untuk menemui Dion di kantornya, mendadak ban mobilnya pecah, Silvi memutuskan naik taksi dan malah terjebak macet, bahkan taksi yang ditumpangi bannya ikut-ikutan pecah. Sementara mobil Silvi ditilang karena parkir sembarangan.

Kesialan hari itu masih belum ingin berakhir. Sesampainya di kantor tempat Dion bekerja, ia malah terjebak di lift bersama seseorang. Adalah Raka, cowok kalem, polos, dan religius.

--Aku berjalan menghampirinya. Dia malah melangkah ke sudut lift yang lain. Aku melangkah lagi, dia menghindar lagi.

"Kenapa, sih?"

"Ki... Kita kan bukan muhrim, Mbak." (halaman 15)

Segala nazar sudah dicoba, namun lift tak kunjung terbuka. Hingga sampailah pada sebuah nazar paling mustahil: Silvi akan memakai jilbab! Seorang disainer, yang juga pemilik butik pakaian seksi, yang cantik, seksi, fashionable dan juga pintar, apa sungguhan mau pakai jilbab?

Ajaib! Lift pun terbuka. Setelahnya, Silvi seolah menutup hati dan pikirannya soal nazar yang sudah diucapkan.

Dion sungguhan melamar Silvi di hari itu juga. Namun siapa sangka, kekacauan persiapan pernikahan terus-terusan menimpanya. Ini akibat dari nazar yang tidak kunjung ditepati.

Saya banyak terkekeh saat membaca novel ini. Meski isinya banyak menyinggung soal agama seperti: nazar, berhijab, solat tepat waktu, membaca Al qur'an, tetap saja unsur humornya mendominasi. Bukan tipe novel islami yang serius dan menggurui. Ini lebih santai, tapi pesannya sampai.

Silvi dan Dion saling mencintai, mereka setipe. Tapi begitu Raka hadir, suasananya menjadi berbeda. Lebih menarik!

--"Mau kau apa, sih?"

"Mau mengingatkan Mbak Silvi, kalau belum menikah jangan gandeng-gandengan tangan begitu. Kan, belum muhrim." (halaman 47)

Selalu menunggu-nunggu momen Silvi bertemu dengan Raka. Karena pasti ada saja hal-hal lucu yang terjadi. Raka memang terkesan tukang ceramah, membosankan, tidak gaul, meski sebenarnya dia baik, tulus, dan sangat manis.

Persahabatan antara Silvi dan Kiara juga tak kalah manis. Meski keduanya bagai bumi dan langit, persahabatan mereka tetap saja langgeng. Kiara satu tipe dengan Raka. Sama-sama religius dan suka menceramahi siapa saja.

Ada Gina, adik Silvi satu-satunya yang menjadikan ia kiblat dalam hal fashion, bahkan cara mengupil. Juga Aida, adik Raka yang anggun, sholeha, tapi tetap modis. Hadir pula sosok Sarah, meski hanya figuran, tokoh satu ini menorehkan kesan.

Lalu Anna? Hadirnya tidak disangka-sangka. Saya kira Anna cuma bagian dari masa lalu, ternyata dia muncul lagi dan makin memperkeruh suasana. Atau lebih tepatnya merusak?

Saya naksir dengan tokoh Raka sejak dia mengirim jilbab dan gamis untuk Silvi. Untuk bahan renungan, katanya. Nasyid-nya apa lagi, bikin meleleh. Hahaha.

Untuk kalian yang sulit jatuh cinta, coba deh, baca novel ini. Bersiaplah jatuh hati sama Raka plus harus siap patah hati juga karena Raka mulai jatuh cinta.

Memberi ruang bagi pembaca untuk berpikir. Dengan menebar kode-kode, mengaitkan kejadian demi kejadian hingga sampai pada satu kesimpulan. Tanpa harus membuat penulisnya menceritakan secara detail.

Tidak banyak kesalahan, kecuali sedikit typo, tanda baca yang kelebihan, lupa memberi spasi, atau salah menyebut nama.

“Keren, lho… Bilang dari calon adik ipar.”
– Gina (halaman 117)
Maksud Gina, ia akan memberi hadiah untuk Aida, adik Raka. Tapi bukankah, jika Gina akan menikah
dengan Raka itu artinya Gina akan jadi kakak iparnya Aida?

“Gery, yang memaksa Gina untuk memakai tuxedo sempit itu adalah Gina, Joe, dan
Hana.” (halaman 129)
Kok Gina? Bukannya Raka?

“Kan nggak mungkin aku yang ganti, Gin!” dan Hana.” (halaman 129)
Petik penutup dobel. Bingung.

“Hai dear.” (halaman 161)
Seharusnya, “Hai, Dear."

Aku menepuk bahuku pelan. (halaman 213)

Apa ini maksudnya bukan menepuk bahunya Sarah?

Endingnya tempo cepat. Saya berharap bisa lebih dipanjangkan lagi. Atau karena saya yang tidak rela lepas dari Raka? Entahlah. Tapi saya memang sungguhan jatuh hati.

Saat mencapai halaman akhir, paragraf-paragraf akhir, lalu sampai pada kalimat terakhir, kontan saya berteriak: Keren! Benar-benar ending yang bikin haru. Sambil dalam hati berdoa, "Raka, sampai bertemu ya, di kehidupan nyata."

Jadi, untuk siapa saja yang belum baca novel ini, saya rekomendasikan untuk segera membacanya. Tidak akan menyesal dan dijamin tidak mau berhenti sebelum tamat. Adakah yang belum tahu? Novel ini akan segera difilmkan, lho. Kebayang dong bagaimana kerennya. So, grab it fast!

Rate: 4,5 bintang

Rabu, 02 Oktober 2013

Bukan Sekadar Gratisan


Kuis?
Baru tau kalau di situs jejaring facebook, twitter bahkan blog ada istilah ‘kuis’. Karena selama ini yang kutahu kuis hanya ada di televisi. Iseng kuikuti. Berawal dari keisengan, lama-kelamaan jadi ketagihan. Kemudian saling add dengan sesama pemburu kuis. Dan, kuter? Apa itu? Seorang teman fb—sekarang sudah kuanggap seperti ibu sendiri, pis mbak, ^^v sebut saja Vera Astanti (nama tidak disamarkan) mengirim sesuatu di kronologiku. Kurang lebih begini, 

“Kamu kuter juga, ya? Salam kenal.” 

Duh, ‘kuter’ itu apa, ya? Apa kependekan dari kuis terus? Apa itu istilah untuk orang-orang yang senang mengikuti kuis? Entahlah. Akhirnya kujawab saja seperti ini,

 “Iya, tapi masih newbie. Salam kenal juga.”

Dan, akhirnya-akhirnya-akhirnya setelah sekian lama tau juga kalau kuter itu singkatan dari kuis hunter alias pemburu kuis. Hehehe… berarti dulu saya nggak salah jawab. :3

Awal mengikuti kuis, kalau nggak salah kuis buku dari salah satu penerbit. Kemudian merembet ke kuis-kuis lain. Pertama kali menang kuis buku di twitter. Tentunya setelah berkali-kali gagal. Kuisnya lucu, menurutku. Merayu penulis, Mas Endik Koeswoyo namanya. Seorang penulis novel komedi langganan dari penerbit Diva Press.

Aish, mimpi apa saya merayu laki-laki? Wekekek. >_<

Oke, dengan ilmu yang ala kadarnya, niru acara gombal-gombalan di teve beribu jurus pun dilancarkan. Salah satu tweet saya bunyinya seperti ini:

“Mas @endikkoeswoyo, bisa tolong turunin kadar ketampanannya, nggak? *eak

Ya, begitulah. Saya ngetweet sambil kakak-kikik sendiri. Hari itu lebih dari sepuluh tweet gombalan tercipta. Akhirnya, saya kehabisan stok dan berhenti di menit-menit terakhir.  

Hingga tiba saatnya pengumuman pemenang. Dueng! Jeledag-jeledug. Lumayan ketar-ketir liat tweet orang-orang. Menang kagak, ya? Pasrah tapi ngarep.
Dan, alhamdulillah nama saya muncul juga. Seneng, dong? Pasti.

Rupanya hari itu pemenang diambil dua orang. Satu dari penerbit, dan satu lagi dari penulisnya. Menang bareng mbak Ayuni Adesty, sekarang malah jadi rekan serempongan juga dalam hal perkuisan. Setelah hari itu, kami beberapa kali menang kuis barengan, lho.

Lucunya lagi, buku kami tertukar. Tuwiwing! Kami pun akhirnya sama-sama mengikhlaskan. :D

Seiring berjalannya waktu, dari sejak bulan Januari 2013 sampai dengan sekarang, saya masih menjadi kuter. Rupanya yang gratis-gratis itu menyenangkan, ya? Eits, tapi bukan sekadar gratisan saja yang bisa kita dapat. Tapi pertemanan di dunia maya menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Dulu sebelum mengenal kuis, pertemanan di facebook hanya asal add, confirm, jumlah teman bertambah setelahnya sudah. Tidak ada komunikasi berarti selain menjempoli status-status yang dinilai keren. Saling komen berlaku hanya dengan orang yang saya kenal di dunia nyata.

Berkat kuis dan nguter, sekarang saya memiliki banyak sahabat di dumay. Kebanyakan dari mereka juga penulis pemula seperti saya. Dan, kita sama-sama rempongers alias tukang pecicilan di sosmed. Padahal usia kami bervariasi. Jenjang pendidikan pun juga beda-beda. Tapi bukan masalah. Sama sekali bukan.

Oh, ya. Kami juga punya keinginan agar kelak bisa dipertemukan di dunia nyata. Aamiin. Semoga ada umur, semoga ada rezeki, mengingat kota yang kami tinggali saling berjauhan.

Bicara soal kuis, mungkin sebagian orang beranggapan bahwa kuter hanya orang yang kurang kerjaan dan cuma mau benda-benda gratisan tanpa perlu kerja dan keluar uang. Saya tidak bisa menyalahkan. Karena mengingat saat ini saya memang masih menjadi pengangguran. Kenapa tidak kuliah? Nggak ada uang. Kenapa nggak kerja? Udah pernah, tapi keluar. Hoho. Pengangguran kok bangga? Ya nggak juga. Nyari kerjaan ternyata nggak gampang mbak/bro. Lah terus kenapa dulu keluar? Ada kisahnya, di blog ini.
Selain bertemu teman-teman yang superkece dan asyik-asyik, ada banyak ilmu yang saya dapat dari berburu kuis. Seperti:
1.       
Tanggap
Yap, mata ini dituntut jeli untuk menangkap kata ‘kuis’ dan ‘gratis’ di TL maupun beranda facebook. *uhuk
                                     
2.      Teliti
Setelah mendapatkan info kuis, saatnya meluncur ke TKP dan mengecek syarat dan ketentuan yang ada. Baca aturan dengan baik agar tidak salah langkah. Karena terkadang, pihak sponsor mencantumkan kalimat ‘ongkos kirim ditanggung pemenang’ dan saya lumayan anti dengan kuis semacam ini. Nggak punya ATM dan malas pergi ke bank.

3.      Berbagi
Berbagi tidak melulu soal materi, lho. Dalam dunia perkuisan, kami terbiasa membagikan info ke sesama kuter. Dengan harapan, kalau bukan saya yang menang, seenggaknya salah satu atau salah dua dari kami bisa menang. Walau lebih sering salah semua alias tidak ada satu pun dari kami yang namanya nyangkut di deret nama pemenang.

4.      Sabar
Ini, ini poin yang paling penting. Setelah mengikuti kuis, saatnya bersabar menanti pengumuman. Nunggu itu nggak enak! Benar. Maka dari itu, sambil menunggu kita tetap mencari kuis-kuis lainnya agar tidak jenuh. Tapi perlu diingat! Jangan sampai kita lupa kuis apa yang pernah diikuti. Karena tak jarang penyelenggara kuis tidak me-mention kita di pengumuman saat kita menang, kecuali ada teman kita yang kebetulan melihat nama kita dan memberi tahu.

Oke, itu kalau kita yang menang. Kalau kalah? Ya, terima saja. Berarti memang belum rezeki kita. Jika teman kita yang menang? Tersenyumlah. Beri dia ucapan selamat. Karena akan ada saatnya untuk kita bisa menang dan sungguh betapa senangnya mendapat ucapan ‘selamat’ dari orang-orang. Yakinkan saja pada diri sendiri, tak lupa usaha yang maksimal tentunya.

Setelah menang, kesabaran kita masih akan tetap diuji. Kok, gitu? Karena setelahnya, kita mesti menunggu hadiah dikirim. Setelah tau hadiah sudah dikirim, mesti sabar menunggu hadiah tiba.

Berdasarkan pengalaman, paket tercepat kurang dari satu minggu sudah sampai. Dan, adapula yang sampai berbulan-bulan. Rekor terlama 4 bulan.  Batas kesabaranku hanya dua minggu, kalo lebih dari itu, yaaah, mau nggak mau harus tetap menunggu.

5.      Inisiatif
Satu bulan waktu yang kuberikan untuk mereka—para sponsor untuk mengirim paket. Jika lewat, maka malu tak malu harus saya yang berinisiatif menanyakan kabar hadiah. Sudah dikirimkah? Ada yang langsung merespon dengan kata ‘maaf, belum dikirim’ adapula yang terkejut karena ternyata si paket memang sudah dikirim namun belum sampai. Dua alasan ini, masuk akal dan bisa saya terima. Dan, ada satu yang menjengkelkan. Saat kutanya nasib  paketku, rupanya tak ada respon. Bukan maksud mengemis, saya hanya menagih hak, itu saja. Toh, mereka yang menawarkan, kan? Bukan saya yang minta-minta. Tapi untungnya, hadiah tetap sampai meski harus menunggu selama 4 bulan.

Lewat sosmed, kuis dan menulis, ada banyak kisah, ada banyak pengalaman yang tentu membuat hidupku yang monoton ini menjadi lebih hidup dan berwarna.

Bukan sekadar mencari dan mendapat gratisan, tapi menjalin silaturahmi sesama penghuni dunia maya, melatih kesabaran, sportifitas, dan juga sebagai media hiburan.

Salam Sekuter (Sekumpulan Kuis Hunter)

Minggu, 29 September 2013

September Giveaway by Sirys Creation

Suka kuis? Mau hadiah keren?  Yuk, cek infonya di sini

Hallo semua,,,,,,
bulan ini kita mulai bergiveaway ria yah hehehe. September ini akan banyak hadiah untuk kamu dan salah satu hadiahnya berasal dari penulis berbakat Mitha Juniar yang minggu lalu baru saja lahiran 2 Novel hahaha.....
Hayooo... mungkin kamu salah satu yang menjadi pemenang, buruan deh ikuti caranya sebagai berikut :


  • Like our fanpage Siryscreation, Mitha Juniar dan Gaya Pria.
  • Follow our twitter @siryscreation, @Juniarmitha dan @GayaPriaShop.
  • Follow our blog Sirys creation dan Mitha Juniar.
  • Share foto info giveaway dibawah ini dengan cerita dalam 1 paragraf ketika kamu merasa Tuhan sangat sayang.
  • Akan ada point tambahan jika kamu share dan info giveaway ini di facebook, twitter atau blog.
  • Tulis di komentar blog dibawah ini tanda kamu mengikuti september giveaway dan beri Nama, Alamat email, akun facebook dan twitter.
  • Pemenang akan mendapatkan total hadiah 2 Novel terbaru, DekaRose Necklace, produk keren dari @GayaPriaShop dan cerita pemenang akan ikut dibukukan.
  • Giveaway ini berlangsung tanggal 17 September - 30 September 2013 dan pengumuman pemenang pada tanggal 1 Oktober 2013.
Gimana? seru bangetkan??? ayooo ikutan segera dan dapatkan hadiahnya. Good Luck



Selasa, 13 Agustus 2013

Kenapa Menulis?


Karena suka. Merangkai kata-kata, kemudian dibaca dan mendapat apresiasi dari pembaca adalah kebahagiaan tersendiri. Yah, walau menulis kadang membuat saya tersiksa. Gambaran di benak sudah ada, tapi ketika menatap layar notebook, tangan siap beraksi malah ‘blank’ menghantui.

Menulis itu keren. Penulis bukan seorang penghayal. Ingat! Bukan sekadar menghayal, tetapi berimajinasi. Menuangkan ide, berkreasi, menciptakan. Sama seperti seni.

Agar dikenal. Bukan ingin sok eksis, terkenal, atau apa. Saya bukan anak gaul yang punya banyak teman. Dan, lewat tulisan, setidaknya membuktikan bahwa saya pernah ada.

Ingin memberi manfaat lewat aksara. Tujuan penulis menghasilkan sebuah karya memang beragam. Berdasarkan pengalaman membaca, ada karya yang menginspirasi, memberi pemahaman dan pencerahan, ada pula yang bersifat menghibur. Ya, minimal karya saya bisa dinikmati dan menghibur.

Jumat, 19 Juli 2013

My Lovely Beetle

Judul : My Lovely Beetle (Lima Metamorfosa, Satu Hati Penuh Cinta)
Penulis: Kamiluddin Azis
Penerbit : Plot Point
ISBN : 9786029481396
Rp. 48.000,-

Sinopsis :
Diputusin dan dibuat tersesat di tengah hutan, sudah cukup membuat Yuki memasukkan nama Abimanyu ke dalam daftar hitam di hidupnya. Namun, siapa sangka ulah Abimayu ini membuat Yuki, Vey, Indri, Nola, dan Nadia bertemu dengan cowok yang punya nama sama dengan pemain bola dari Brazil, Kaka.

Nama boleh mirip dengan Kaka si pemain bola, tapi urusan hobi mereka beda. Kaka versi Yuki and cs ini mereka temui di tengah sawah, dan hobinya mengoleksi kumbang. Unik dan menarik! Nggak heran kalau Yuki dan empat sahabatnya ini siap bersaing memperebutkan hati Kaka dengan menjadikan kumbang sebagai taruhan cinta.

Ini kali pertama persahabatan mereka berubah menjadi persaingan. Ini kali pertama kelima cewek itu terpikat dengan satu cowok yang sama. Kehadiran Kaka membuat metamorfosis persahabatan kelima cewek ini tak sesempurna metamorfosis kumbang koleksinya.

Ini kisah mereka. Kisah persahabatan dan cinta yang dipertemukan di tengah alam bebas. Juga tentang kegalauan Yuki di tengah-tengah dua kumbang jantan dalam hidupnya.

Kisah renyah tentang cinta dan persahabatan Ɣªήğ akan membuatmu senyum-senyum sendiri saking asyiknya.

Dapatkan novelnya di Toko Buku Gramedia dan Togamas di kotamu, Online bookstore
langgananmu, atau bisa order langsung ke penulisnya.
sms aja 083829021076


***

 Sebuah novel teenlit dengan pengemasan yang rapi, unik dan menarik. Kenapa unik? Karena novel satu ini tak hanya membahas tentang kehidupan asmara para remaja, tapi ada pengetahuan, petualangan, persahabatan, banyolan, serta persaingan yang sehat.

Dari novel ini, pembaca bisa mendapat banyak pengetahuan tentang beragam spesies kumbang. Tentang keberadaan mereka yang rupanya memilki peranan penting terhadap keseimbangan ekosistem alam.

Mengangkat sisi lain dari kehidupan remaja yang sering dipandang sebagai makhluk labil. Bagaimana seorang Raka yang begitu peduli dengan alam dan lingkungan sekitar. Geng cewek-cewek cantik yang memilih untuk menjadi anggota klub pecinta alam ketimbang cheerleaders.

Penggunakan gaya bahasa yang ringan, khas remaja, membuat pembaca dengan mudah menangkap hal-hal menarik dari kisah 5 cewek metropolitan yang tergabung dalam klub pecinta alam di sekolahnya. Yang terdiri atas: Yuki sebagai ketua regu, Vey, Indri, Nola dan juga Nadia dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka.

Setting yang detail, membimbing pembaca untuk turut membayangkan keadaan di sana. Sawah bapak Kaka yang rusak karena ulah 5 sekawan itu, jalanan terjal yang dilalui mereka saat tersesat di hutan, kisah naas Abi dan Farid yang kepergok warga keliaran malam-malam di kampung mereka dan dikira mau mencuri kambing, dan masih banyak lagi kejutan-kejutan lainnya.

Yang pasti, ada banyak kisah lucu yang disuguhkan dalam novel ini. Penasaran? Yuk diserbu di toko buku atau bisa pesan langsung dengan penulisnya.

Selamat berburu kumbang. ^_^